Showing posts with label FILOSOFI. Show all posts
Showing posts with label FILOSOFI. Show all posts

Filosofi Kalimat Santri

Filosofi Kalimat Santri
Apa yang kalian ketahui dari kalimat santri??



Orang yg suka pake Baju koko?
Orang yg suka pake Sarung?
Orang yg suka pake Peci?
Orang yg mempelajari Kitab kuning tanpa baris?
Orang yang suka berkutat dalam system metodologi pembelajaran syariat islam secara kaffah?

atau hanya sekumpulan orang-orang kampungan,norak,katrok?

atau hanya kumpulan orang orang yg dianggap ketertinggalan dari mode zaman ,trend setter?

Mari simak secara filosofis perkata huruf demi huruf dari kalimat S.A.N.T.R.I itu sendiri....


ARTI KATA SANTRI



[S] satirun lil 'uyub
artinya santri mempunyai komitmen
harus pandai2 menyimpan dan
menutupi aib org lain

[A] adibun
artinya santri menjunjung
tinggi nilai moralitas serta pakerti yg luhur (akhlakul karimah)

[N] naibun 'anil ulama'
artinya santri harus siap
menjadi GAUL (generasi alim
'ulama) salaf,mereka harus sanggup memegang estafet generasi pendahulu mereka

[T] taibun 'an al-dzunub
artinya santri harus selalu
bertaubat dalam rangka
mensucikan hati serta menata hati

[R] roisun fil bilad
artinya santri harus siap
sebagai pemimpin negara untuk
membantu tugas UMARO'


[I] imamun 'adilun
artinya santri harus menjadi
pemimpin yg adil dan bijaksana

Kalo begini, apa anda mau jadi santri . . . ??? Heheh

Pengertian Santri

Pengertian Santri

Pengertian Santri




Sebelum membahas pengertian Santri, sebagai golongan sosioreligius,hendaknya orang lebih dahulu memperhatikan hubungan yangsangat mendasar antara agama dan masyarakat. Sudah umum diterima baikbahwa setiap masyarakat terjadi dari sejumlah satuan yang lebih kecil danmencakup lebih banyak hal. Ada beberapa diantara satuan-satuan tersebutyang terjadi dari para anggota yang berkerabat satu dengan yang lain,apakah karena darah atau karena perkawinan. Sebenarnya banyak faktoryang menentukan hubungan antara anggota-anggota sebuah keluarga,marga atau suku. Berbagai kegiatan di antara para anggota itu dapatmenambah kekuatan dan keterpaduan satuan-satuan masyarakat itu.Beberapa macam kegiatan dan kepentingan bersama tertentu dapat lebiherat memadukan para anggota satu kelompok. Di antara ikatan yang akanmenambah keterpaduan sosial bagi satu kelompok adalah agama.Keberadaan satuan atau golongan sosio-religius, seperti Santridisebabkan dan didasarkan pada sikap religius para anggotanya.Keterpaduan golongan ini ditambah dan diperluas oleh pengalamanreligius yang mendorong himpunan itu, dalam hal ini satu sikap golonganyang diungkapkan dalam sebuah satuan sosial ditentukan oleh dua faktorpertama, peranan tradisi yang berubah dan berkembang sesuai denganzaman. Kedua, penghayatan sesuatu yang suci sebagai dasar untuk sikapreligius, apakah secara perseorangan atau secara bersama Istilah Santri yaitu orang muslim shaleh yang memeluk agamaIslam dengan sungguh-sungguh dan dengan teliti menjalankan perintahperintahagama Islam sebagaimana yang diketahuinya. Santri dalamkonteks penelitian ini adalah masyarakat yang agamis dalam artian sangatmenjunjung tinggi norma-norma dan nilai-nilai agama. Perilaku apa yangtidak sesuai dengan agama dianggap tabu.Secara sosiologis kata Santri dalam perspektif kultural merupakanartikulasi dari istilah masyarakat agamis. Karena itu (seharusnya) budayayang di klaim sebagai budaya Santri seharusnya mampu menggambarkantata kehidupan masyarakat yang erat kaitannya dengan nuansa-nuansaIslam. Dulu Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik dikenalfanatik (muslim ortodoks) karena memang masyarakatnya mampumenempatkan budaya Islam sebagai kebudayaan yang dominan.Dengan meminjam kategorisasi Kuntowijoyo (1994) tentangbudaya Santri, budaya agama atau kesantrian dapat dilihat dari wujudspiritualitas, etika, dan simbol-simbol. Pesantren merupakan institusipendidikan agama yang memiliki pengaruh banyak kata dalampembentukan budaya Islam di lingkungan masyarakat. Ini karena daripesantren, nilai-nilai spiritualitas, etika, dan simbol agama dimasifikasidan dipasarkan ke dalam kehidupan masyarakat.Sedangkan dalam kajian Geertz menyebutkan bahwa, “Santri dijawa memiliki jiwa kewirausahaan yang potensial. Semangat ini berkaitdengan watak agama Islam sebagai agama kaum pedagang yang kemudian menghasilkan budaya pantai dengan ciri-ciri keterbukaan,mobilitas tinggi, kosmopolitanisme, egalitarianisme, dan penghargaanterhadap kerja keras”, (Madjid, 1997).
Namun, beberapa hal yangdiungkapkan oleh Kuntowijoyo maupun Geertz kian hari kian sulit untukditemui di Gresik, utamanya dikalangan masyarakat Desa LeranKecamatan Manyar Kabupaten Gresik.12Bersama dengan Surabaya dan Sidoarjo, Gresik berada pada zonaSurabaya raya yang merupakan pusat wilayah gerbang Kertosusila(Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan). Kiantingginya tingkat perkembangan sektor industri merupakan hal yang tidakterelakkan.Di bawah kondisi ini, mau tak mau, Gresik pun melahirkan satukelompok sosial masyarakat yang baru; masyarakat buruh pabrik.Kelompok ini lahir dan sangat tergantung geliat sektor industri pabrikuntuk menopang keberlangsungan hidupnya.Dimana masyarakat Desa Leran Kecamatan Manyar KabupatenGresik sebelumnya bekerja pada sektor pertanian dengan memberdayakantenaga manusia dan hewan beralih ke sektor industri, yang dilengkapidengan teknologi yang canggih dan tepat guna. Mengakibatkanmasyarakat setempat lambat laun mengalami tranformasi dari masyarakatsantri menuju masyarakat industri. Tidak bisa dinafikan, Desa Leran Kecamatan Manyar KabupatenGresik yang notabene mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai buruhpabrik selama kurang lebih 10 jam setiap hari dengan libur satu hari yaituhari minggu saja, membuat mereka tidak bisa intens khususnya dalamkegiatan yang berkaitan dengan agama. Hal ini juga berlaku padaperubahan cara berpakaian yang mana sebelum adanya perkembanganindustri masyarakat Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresikdikenal sangat islami dalam artian berpakaian sopan dengan menutupsemua bagian aurat yang seharusnya tidak ditampakkan. Karena kebijakanyang diberikan oleh pihak pengelola industri yang mengharuskan parapekerjanya khususnya pekerja wanita dituntut tidak memakai jilbab(kerudung) dengan mengenakan baju berlengan pendek.Mau tidak mau hal itu pun terbawa dalam kehidupan sehari-hariyang tampaknya tidak hanya pada masyarakat buruh pabrik tapi jugadirasakan masyarakat sekitarnya.Masyarakat santri yang normatif kini menunjukkan kepada arahperubahan baik dilihat dari segi perubahan nilai dan sikap sepertikepribadiannya.Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2207710-pengertian-santri/#ixzz1dodFnP9Y

Keajaiban Jari Jemari

Keajaiban Jari Jemari
Keajaiban Jari Jemari 
 Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36. Yaasin: 65)
Di antara ni'mat Allah yang besar kepada manusia adalah diberikannya tangan dan kaki yang sangat besar manfaat kegunaannya. Di ujung tangan itu ada jari jemari yang memiliki banyak sekali fungsi dan kegunaan. Selain untuk mengambil, meletakkan atau membawa sesuatu bersama telapak tangan jari jemari dapat mengepal, memijit, menggosok, memukul, menonjok, menjitak, memilin, memelintir, meremas, membelai, menusuk, mencengkeram, dan lain-lain.
Jari-jemari tangan kita kiri kanan masing-masing terdiri dari 5 sehingga semuanya ada 10 dan masing-masing memiliki 4 ruas (kecuali jempol = 3 ruas) sehingga jumlah keseluruhannya 38 ruas.
Tahukah anda, jumlah jari jemari anda mengandung keajaiban angka 19 ? (catatan: dengan mengabaikan ruas-ruas tulang pergelangan). Silakan anda hitung sendiri maka akan anda dapati sbb:
jari kelingking        ==> ada empat ruas
jari manis             ==> ada empat ruas
jari tengah            ==> ada empat ruas
jari telunjuk          ==> ada empat ruas
jari jempol (ibu jari) == > ada tiga  ruas
----------------------- +
( 4 + 4 + 4 + 4 + 3 ) Total jumlah = 19 ruas
Keduanya berfungsi seimbang dan dapat bekerjasama dengan baik untuk kepentingan sang pemilik. Keseluruhan ruas jari ini ini dapat ditekuk-tekuk sedemikian rupa sehingga bersama dengan telapak tangan dapat melakukan banyak aktifitas. Bila satu ruas saja bermasalah, pemiliknya pasti akan merasa susah. Jika satu saja jari Anda terkilir, dapat dipastikan Anda akan menjadi repot. Jari jemari yang posisinya seimbang itu dilengkapi dengan kuku-kuku bermanfaat. Dia bisa digunakan untuk mencubit, mengambil barang yang kecil dengan jalan mencabut, jari dan kuku juga berfungsi untuk keindahan.
Kebaikan dan Keburukan Setiap jari - ibu jari, telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking punya aktifitas masing-masing sesuai profesi pemiliknya. Ada yang sering dipakai untuk menjahit, memegang uang, memegang cangkul, mesin, mengetik, dan lain-lain. sesuai dengan jenis kerja pemiliknya. Jari jemari sangat penting bagi para olahragawan yang keahliannya menggunakan tangan dan para seniman yang berkarya dengan jemarinya.. Aktifits jari jemari memang untuk membantu manusia melaksanakan pekerjaan dan merealisasikan keinginannya.
Gerakan-gerakan jari-jemari pun memiliki makna sendiri-sendiri. Acungan jempol misalnya berarti ungkapan, "bagus" atau "hebat". Anda tidak mendapat sesuatu yang Anda inginkan atau "kecele" biasanya diistilahkan dengan "gigit jari". Jari-jemari pun jadi alat isyarat. Ketika kita menyatakan persabatan kita pun berjabat tangan yang merekatkan telapak tangan dan jari jemari kita ke tangan sahabat kita. Jari yang telunjuk yang ditaruh tegak di depan mulut berarti "Hati-hati" atau "Berhentilah bicara". Jari yang diletakkan melintang di kening menandakan bahwa pelakunya hendak memberi tahu bahwa seseorang itu tidak waras (sinting). Telunjuk yang diarahkan kepada seseorang berarti menuding. Bila kesemua jari dan telapak tangan diangkat ke atas berarti lambaian. Banyak isyarat lain dilakukan dengan jari.
Al Qur-an juga menggambarkan fungsi jari sebagai alat isyarat. Orang munafik yang menolak kebenaran dalam Al Qur-an dilukiskan sebagai orang-orang yang menyumbat kuping dengan jarinya.
Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang yang kafir . (QS. 2. Al Baqarah:19)
Menyumbat telinga dengan jari dalam ayat di atas adalah kiasan menutup hati dari bimbingan hidayah Allah. Inilah kiasan terhadap orang-orang munafik yang hatinya berpenyakit dan enggan menerima kebenaran.
Para koruptor menggunakan jari jemarinya untuk memindahkan angka-angka hitungan uang dalam memanipulasi para pemeriksa keuangan di tempatnya bekerja. Jempol dan telunjuk digunakan menulis dengan pulpen atau pinsil di atas kertas. Seorang direktur menandatangani surat-surat penting dengan pulpennya. para pelajar mencatat pelajaran, para pelukis menggambar di atas kanvas, dan lain-lain.
Jari jemari digunakan untuk keburukan misalnya oleh para pengarang yang mengotak-ngatik tulisan sehingga menyesatkan orang lain. Ujung jari-jemarinya digunakan untuk menekan tuts huruf di atas keyboard ketika membuat tulisan yang membangkitkan selera rendah orang lain. Seorang pembunuh yang menggunakan pistol memakai telunjuknya untuk menarik picu pistolnya sehingga pistol itupun memuntahkan peluru. Para penjahat dan pelaku kecurangan menggunakan jari jemari dalam menjalankan aksinya,
Sebaliknya jari jemari juga dilakukan untuk kebaikan dan ibadah kepada Allah. Dengan jari jemari Anda dapat menolong orang lain. Anda yang sedang berzikir kepada Allah juga menggunakan jari jemari untuk menghitung puji-pujian terhadap Allah. Jumlah kalimat thoyyibah : Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar biasanya dihitung masing-masing 33 kali sedangkan istighfar dan Laa ilaha-illallah 100 kali sehingga mudah dilakukan dengan menekan jari jemari yang berjumlah 30 dan ditambah 3. Ketika Anda berdiri dalam sholat jari-jari tangan sebelah kanan di taruh di atas tangan kiri. Jari telunjuk pun diacungkan ketika seseorang mengucapkan dua kalimat syahadat di dalam sholatnya. Karena itu jari jemari ini tahu persis apa yang telah dilakukan pemiliknya.. Apakah jari Anda digunakan berdzikir, bersyahadat ataupun melaksanakan ibadah lainnya. Apakah dia membuat kebaikan ataukah keburukan, semua ada balasannya.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. 9. Az Zalzalah:7-8)
Menjadi Saksi Kendati banyak sekali fungsi dan perannya, jari jemari tidak menentukan segalanya dalam aktifitas hidup manusia. Sebab pengendali utama hidup manusia adalah hatinya. Jika hatinya sehat manusia menjadi baik. Jika harinya berpenyakit maka perbuatannya pun akan buruk. Jari jemari melakukan tugas yang diperintahkan otak manusia. Otak ini dikendalikan hati yang terdapat di dalam dada. Dengan sangat indah Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wa Sallam menggambarkan bahwa hati mukmin berada di antara jemari Ar Rahmaan
Maksudnya Allah teramat dekat dengan manusia sehingga sewaktu-waktu dapat membolak-balik hatinya dari posisi beriman menjadi kufur atau dari kufur menjadi mukmin. Setiap muslim dituntut memelihara imannya dan berdo'a kepada Allah,
Ya Allah yang mampu membolak-balik hati teguhkanlah hatiku dalam agama-Mu (Al hadits)
Muslim hendaknya memelihara keteguhan hatinya di dalam agama Allah dan mencegah jari jemarinya dari perbuatan durhaka. Sebab, jari jemari itu akan menjadi saksi atas apa yang diperbuat pemiliknya. Al Qur-an menyatakan tentang kondisi hari kiamat dimana jari jemari manusia yang telah hancur bercampur tanah akan dikembalikan,
Bukan demikian, sebenarnya Kami kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna. (QS. 75. Al Qiyamah:4)
Inilah penggambaran yang sempurna tentang kehidupan sesudah mati. Allah akan menyusun kembali tulang belulang manusia yang berserakan. Bahkan setiap ruas jari-jemari akan kembali utuh sebagaimana semula.. Si empunya jari jemari itu pun dituntut pertanggungjawaban terhadap apa yang telah diperbuat nya.
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. 36. Yaasin:65)
Tidak itu saja, persaksian terhadap sikap, ucapan, dan perilaku bukan hanya disampaikan oleh jari jemari tetapi juga oleh kulit manusia. Karena seperti halnya jari jemari setiap sel kulit akan kembali seperti semula untuk memberikan persaksian terhadap apa yang diperbuat oleh pemiliknya...
Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan dan kulit mereka menjadi saksi terhadap mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 41. Fushshilat:20)
Mukjizat Allah, tanda 99 (Asmaul Husna) pada telapak tangan anda
Tahukah sahabat, garis utama kedua telapak tangan kita, (lihat attachment), bertuliskan dalam angka Arab yaitu : |/\ pada telapak tangan kanan, artinya : 18 dan /\| pada telapak tangan kiri, artinya : 81
Jika kedua angka ini dijumlahkan, 18+81 = 99, 99 adalah jumlah nama/sifat Allah, Asmaul Husna yang terdapat dalam Al-Quran !
Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka terbentuk angka 1881. Angka ini adalah angka kelipatan 19 yang ke-99 ! ( 19 x 99 = 1881 )
Seperti diketahui angka 19 adalah fenomena tersendiri dalam Al-Quran, yang merupakan bukti kemukjizatan al-Quran.
Tahukah anda, bahwa ruas-ruas tulang jari (tapak tangan maupun telapak kaki) anda, terkandung jejak-jejak nama Allah, tuhan yang sebenar pencipta alam semesta ini. Kalau nggak percaya bisa didemonstrasikan. Silakan perhatikan salah satu tapak tangan anda (bisa kanan bisa kiri). Perhatikan lagi dengan seksama:
jari kelingking                          ==> membentuk huruf alif
jari manis, jari tengah, & jari telunjuk == > membentuk huruf lam (double)
jari jempol (ibu jari)                   ==> membentuk huruf ha'
Jadi jika digabung, maka bagi anda yang mengerti huruf Arab akan mendapati bentuk tapak tangan itu bisa dibaca sebagai Allah (dalam bahasa Arab).
Maka benarlah firman Allah SWT : "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" QS. Fushshilat 41:53

KEAJAIBAN SIDIK JARI
Ilmu pengetahuan modern menyingkap banyak hal yang membuat keimanan seorang mukmin terhadap keterangan Al Qur-an semakin mantap. Ayat-ayat Allah di dalam Al Qur-an menjadi benar-benar jelas tergambar dan terbukti kebenarannya manakala kita melihat bukti-bukti nyata dalam alam semesta dan kemajuan ilmu pengetahuan.
Dalam kasus pembunuhan misalnya, Polisi dapat mengidentifikasi kejahatan berdasarkan sidik jari yang ditinggalkan oleh pelaku di tubuh korban. Hal ini disebabkan struktur sidik jari setiap orang berbeda satu dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu telah ditemukan maka untuk membuktikan kejahatannya sidik jarinya akan dicocokkan dengan sidik jari yang ada dalam tubuh korban.. Maka si penjahat tidak dapat memungkiri perbuatannya di hadapan polisi.
Karena itu pula seorang yang mau menggunakan ATM (Anjungan tunai Mandiri) di masa depan mungkin tidak perlu lagi menggunakan kode-kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup dengan menaruh telapak tangan di atas mesin yang dapat mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang yang diinginkan pun tidak perlu ditekan-tekan lagi tetapi cukup dengan diucapkan dan komputer akan menerjemahkannya dalam bahasa angka. Berapa jumlah uang yang Anda minta akan diberikan dan uang di rekening Anda akan dipotong dengan sendirinya.
Pintu rumah di zaman yang akan datang tidak perlu lagi dikunci dengan alat kunci tradisional tetapi bisa dibuka oleh alat sensor yang hanya mengenal jari-jari orang tertentu saja... Demikian juga stir mobil akan mengenal hanya pengemudi tertentu saja karena ada sensor yang mengenal jari pemiliknya.
Keistimewaan pada jari jemari manusia menunjukkan kebenaran firman Allah yang menyatakan bahwa segala sesuatu ada bekasnya. Allah tidak akan menyia-nyiakan bekas-bekas ini untuk dituntut di yaumil akhir nanti.
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 36. Yaasin:12)