Dengan Keyakinan, Harapan dan Kerja .. Umat akan Mampu Menghadang Kesulitan dan Mengatasi Kendala
Segala puji bagi Allah, Salawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang mendukungnya ..selanjutnya;Setiap individu dan bangsa dalam kehidupan mereka pasti akan melewati berbagai kesulitan yang sangat besar dan menghadapi hambatan yang sangat sulit, ada diantara mereka yang menyerah dihadapan rintangan tersebut, lalu duduk diam tanpa bekerja dalam menghadapinya. Namun melalui sejarah para penerima hidayah dan pelaku kebaikan dari para nabi dan rasul serta orang-orang yang berjalan pada petunjuk dari orang-orang yang beriman dan memiliki keyakinan yang murni dan asa (harapan) yang kuat telah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa bekerja tiada henti sehingga mampu mewujudkan harapan dan merealiasasikan kemajuan umat, serta mampu mewujudkan umat yang ingin bangkit mendapatkan jiwanya untuk memiliki posisi yang mulia ditengah umat atau bangsa lainnya.
Nabi besar kita Muhammad saw dan sahabat yang mulia yang telah menorehkan sejarah nan indah dan harum di Mekah sebelum hijrah, di Madinah setelah pembentukan Negara Islam telah menghadapi berbagai rintangan dan kendala, namun – dengan kepemimpinan baginda Nabi saw – mereka mampu -dalam dua dekade tersebut- menghadang segala kesulitan, rintangan dan cobaan dan mengatasi berbagai hambatan, hingga -ketika nabi masih hidup- dakwah Islam telah menyebar ke seluruh Jazirah Arab dan -setelah kematiannya- menyebar ke berbagai belahan dunia hingga kepelosok negeri yang makmur dan dikenal pada saat itu. Sungguh benar firman Allah:
فَلا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِ رُسُلَهُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ
“Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; Sesungguhnya Allah Maha perkasa, lagi mempunyai pembalasan”. (Ibrahim:47).
Dan inilah nabi Ya’qub saat berkata kepada anak-anaknya setelah kehilangan dua anak kesayangannya
وَأَعْلَمُ مِنَ اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ
“Dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.” (Yusuf:86)
Itulah perasaan yakin kepada Allah yang memenuhi hati seorang nabi yang mulia, bahwa dirinya akan bertemu kembali dengan kedua anaknya, namun beliau meminta kepada anak-anaknya yang lain untuk mengiringi keyakinan itu dengan harapan dan kerja, karena itu beliau berkata kepada mereka seperti firman Allah:
يَا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Yusuf:87)
Bahwa nabi Yakub AS berjalan seperti yang dilakukan oleh Hajar ibu Ismail AS yang menyatakan diri pada saat keberangkatan bapak para nabi Ibrahim AS dan dan meninggalkannya ditempat yang sebelumnya beliau tinggal di dalamnya, tanah yang tandus, tidak ada di dalamnya manusia yang tinggal dan tidak ada makanan.
“آلله آمرك بهذا” فقال: “نعم”، فقالت: “إذن لن يضيعنا الله”.
Dia berkata kepada suaminya, “Apakah Allah yang memerintahkan Engkau demikian” nabi menjawab: Ya. Lalu beliaupun berkata lagi: “Kalau begitu, Allah pasti tidak akan menyia-nyiakan kami”
Dan ketika habis perbekalannya dan perbekalan anaknya, beliau tidak hanya duduk menunggu untuk memastikan adanya jalan keluar dan kemudahan yang diyakininya dan memenuhi percaya diri hatinya kepada Allah, namun beliau bangkit, bergerak dan mengerahkan seluruh tenaganya, berlari-lari kecil hingga tujuh kali putaran antara bukit Shafa dan bukit Marwah; beliau mengambil sebab dan menyambut panggilan fitrahnya yang mencegah diri dari duduk-duduk dan putus asa.Dan inilah pula yang dilakukan oleh Nabi kita Muhammad saw; menjawab panggilan dan perintah Allah, sekalipun dalam hatinya ada keyakinan penuh dan tsiqah kepada Allah, beliau tetap tidak menyambut harapan yang ada dalam dirnya untuk mewujudkan janji Allah kepadanya, sehingga beliau bergerak dengan dakwah yang penuh berkah ke seantero kota Mekah, kemudian pergi ke Taif, dan melakukan jaulah pada musim haji memperkenalkan diri
dihadapan para delegasi dari semua suku-suku Arab, dan akhir dari kerja beliau adalah hijrah ke Madinah Al-Munawwarah untuk memenangkan dakwah Islam, dan setelah itu nabi saw dapat kembali ke kota Mekah, menaklukkan dan memenangkan dengan penuh ketundukan dan kerendahan hati dihadapan Allah menerima seluruh karunia yang telah dianugrahkan.
- Itulah keyakinan yang takkan tergoyahkan untuk senantiasa tsiqah kepada Allah Yang Maha Esa dan janji-Nya.
- Itulah harapan yang senantiasa diperbaharui, yang tidak akan hilang dalam diri orang beriman.
- Itulah kerja yang berkelanjutan dan gerak disiplin yang tidak berhenti untuk mencapai target.
- dan itulah keberlangsungan dan perjalanan yang penuh target walau untuk menggapai membutuhkan perjalanan panjang.
Dan kita berada di zaman modern ini dalam rangka menghadapi situasi yang sebagian orang ingin mengirimkan pesan putus asa dan frustrasi; baik pada tingkat internasional atau dalam kasus Palestina atau di negara kita Mesir; kami sampaikan dengan penuh keyakinan: tidak ada ruang dalam jiwa kami untuk berputus asa, kami tidak akan menyerah, dan kami tidak akan mundur, kami tetap percaya diri terhadap janji Allah bagi orang-orang beriman, yakin akan janji Allah bagi para mujahidin, hingga terus berusaha untuk mengejar tujuan kami untuk mengembalikan kebebasan bangsa dan kemerdekaan negara serta untuk mencapai keamanan, stabilitas dan pembangunan yang adil bagi warga negara dengan asas Islam yang hanif.
Bahwa musuh Zionis yang di dukung oleh Amerika dan Eropa, seakan ingin mengatakan kepada orang-orang yang terblokade di Gaza sejak 4 tahun yang lalu, dan kepada warga Palestina di bawah pendudukan selama 60 tahun bahwa tidak ada harapan lagi untuk mereka. Padahal mereka berusaha dengan berbagai cara menanam putus asa dalam jiwa dan hati orang-orang beriman dengan kebenaran yang adil terhadap warga Palestina, namun usaha tetap gagal bahkan muncul kabar gembira kepada mereka yang senantiasa tsiqah pada janji Allah yang sama sekali tidak diperhitungkan oleh banyak orang dan melalui cara yang tidak disangka oleh seorang pun.
Blokadepun kian kuat dan ditambah dengan pembangunan tembok baja di bawah tanah atas dorongan dan bantuan Amerika untuk memperketat blok dengan menutup celah-celah kehidupan yang dilakukan oleh lifelines melalui terowongan bawah tanah, dan ditandatangani oleh Amerika – atas nama untuk Mesir – perjanjian strategis dengan musuh Zionis untuk memperketat blokade laut, dan kontrol musuh dalam semua penyeberangan, termasuk perbatasan Rafah yang berada penuh di bawah kendali Mesir, dan terbuka secara terus menerus.
Begitupula denga konvoi armada kebebasan melalui laut, dan para pahlawan yang terpilih yang berusaha menembus blockade sebagai perwakilan lebih dari 40 negara Muslim, Kristen dan Yahudi, termasuk anggota dewan, wanita, anak-anak dan orang tua yang gagah berani dari warga Palestina yang diduduki dan negara-negara Arab dan Islam, dan seluruh Negara Eropa dan lain-lainnya untuk mengumumkan akan keyakinan dan tsiqah dekatnya kehancuran blokade dan berakhirnya pendudukan, dengan upaya yang terus menerus dan berkelanjutan serta usaha yang tidak pernah berhenti, walau harus disertai dengan upaya tidak pernah pupus oleh berbagai upaya musuh dalam melakukan makar, bagitupula darah suci yang ditumpahkan diatas kapal “Mavi Marmara” dan penahanan terhadap ratusan aktivis, tidak pernah menghentikan kegigihan para aktivis untuk menghancurkan blokade yang tidak adil yang telah membuat warga kelaparan dan mengepung 1,5 Juta jiwa dan mengubahJalur Gaza menjadi sebuah penjara terbesar di dunia, dan diikuti pula dengan keberanian dan kegigihan kapal kebebasan Irlandia Rachel Corrie.
Di Mesir, berulang kali terjadi kecurangan yang dilakukan oleh anggota KPU (Komisi Pemilihan Umum) akan kehendak para pemilih dan mencegah rakyat untuk memberikan hak suara secara bebas dan bersih kedalam kotak transparan dan dibawah pengawasan peradilan secara penuh untuk memilih wakil rakyat (MPR) Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Majlis Syura, dan anggota dewan daerah. Ini merupakan pesan untuk menumbuhkan keputus asaan dan frustrasi sehingga memperkecil orang yang berkuasa yang diharapkan semua warga: “tidak ada harapan, dan tidak ada jalan, harus menyerah total kepada mereka yang kecil yang dianggap bahwa mereka memiliki kemampuan individual untuk membentuk dan mengubah nasib bangsa dan kondisi negara secara penuh, dan menutup segala kekuatan yang potensial untuk berpartisipasi dalam pembanguan negara.
Kami sampaikan atas nama suara rakyat yang kuat dalam menghadapi pesan tersebut:
- Kami membawa risalah keyakinan dan tsiqah kepada Allah dan janji-Nya untuk para pejuang dan para mujahidin.
- Kami membawa risalah harapan yang penuh akan kemenangan kehendak rakyat melawan ketidakadilan dan tirani, kezjaliman dan kerusakan.
- Kami membawa risalah untuk bekerja terus dalam kerangka konstitusi dan dengan perjuangan perjuangan secara damai; sehingga terwujud mimpi dari semua warga Mesir dalam sistem politik yang demokratis, kita kami ingin meraihnya secara damai antara kekuatan dan partai politik akan kehendak bangsa yang ingin merdeka, karena umat harus menjadi pemilik yang hak dan sumber kekuatan.
Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah .. shalawat dan salam atas nabi kita Muhammad saw beserta keluarganya dan sahabatnya semua .
0 Response to "Dengan Keyakinan, Harapan dan Kerja .. Umat akan Mampu Menghadang Kesulitan dan Mengatasi Kendala"
Post a Comment