Home »
1 coretan
»
Hikam Al Hadad: Tanda Penyakit Hati dan Cara Mengobatinya
Hikam Al Hadad: Tanda Penyakit Hati dan Cara Mengobatinya
Hikam Al Hadad: Tanda Penyakit Hati dan Cara Mengobatinya
[Al-Fushul al-Ilmiyyah wa al-Ushul al-Hukmiyyah, Sayyid Al-Imam Abdullah Al-Hadad.ra]
Sesungguhnya
penyakit-penyakit hati dapat diketahui melalui tanda-tandanya secara
lahiriah yang mengisyaratkan tentang kehadirannya. Tanda-tanda tersebut
banyak sekali, yang paling nyata di antaranya ialah sikap
bermalas-malasan dalam mengerjakan berbagai macam ketaatan, merasa berat
berbuat kebajikan, sangat terikat pada syahwat hawa nafsu, sangat
cenderung pada kelezatan dunia, sangat ingin memperluas kesejahteraan di
dalamnya serta lebih lama berdiam di sana, dan lainnya lagi sebagaimana
yang dapat disaksikan dalam kebiasaan orang-orang yang lalai akan
akhirat dan berpaling dan Allah Swt.
Bilamana timbul tanda-tanda
seperti itu pada agama seseorang, yang menunjukkan adanya penyakit dalam
hatinya, wajiblah ia berusaha sungguh-sungguh untuk mengobati dan
menanganinya dengan saksama. Cara terbaik dan paling efektif untuk
mencapai tujuan tersebut ialah dengan mencari seorang syaikh (guru,
pembimbing, mursyid) yang 'Alim dan 'Arif dari kalangan yang bersih dan
sadar kalbunya. Jika tidak berhasil memperolehnya, hendaknya ia memilih
seorang kawan yang saleh yang dapat dimintai pendapatnya dan diajak
bermusyawarah dalam menyelidiki dan mengenali penyakit-penyakit hati
serta mengobatinya. Tetapi, kalau orang seperti ini pun tidak dapat
dijumpainya seperti lazimnya pada zaman ini yang jarang sekali ditemukan
orang yang bersedia menolong dalam kebenaran dan kebaikan, hendaknya ia
membaca buku-buku yang ditulis oleh para imam dan tokoh besar dalam
bidang ini, yang sengaja mereka susun tentang penyakit-penyakit hati dan
cara-cara penanganan dan pengobatannya.
Di antara buku-buku yang paling lengkap dan paling bermanfaat mengenai hal itu ialah Kitab Ihya' Ullumuddin karya Imam Al Ghazali,
terutama perempat bagiannya tentang Al-Muhlikat (sifat-sifat dan
perbuatan-perbuatan pembinasa hidup manusia). Sebab, buku itu memang
sengaja ditulis untukmengenali penyakit-penyakit hati serta cara-cara
pengobatannya, tanda-tanda yang menunjukkan adanya, kuat ataupun
lemahnya, dan sebagainya. Namun, buku-buku apa pun tidak mungkin dapat
disejajarkan dengan kedudukan seorang syaikh yang 'Arif atau kawan karib
yang saleh dalam perjalanan mencapai tujuan. Itu hanyalah sejauh upaya
orang yang tidak berhasil menjumpai mereka atau tidak dimungkinkan oleh
keadaan.
Sungguh Allah Swt. akan memberikan pertolongan-Nya
sesuai dengan kadar himmah, ketulusan, serta kebersihan niat seseorang.
Dialah sebaik-baik pelindung dan penolong.
Bahaya Penyakit Hati Dibandingkan Penyakit Tubuh
Penyakit-penyakit
hati lebih mengganggu dan lebih berbahaya, lebih parah dan lebih buruk
daripada penyakit-penyakit tubuh ditinjau dan berbagai segi dan arah.
Yang paling merugikan dan paling besar bahayanya ialah karena penyakit
hati mendatangkan mudarat atas seseorang dalam agamanya, yaitu modal
kebahagia annya di dunia dan di akhirat; dan bermudarat bagi
akhiratnya, yaitu tempat kediaman yang baqa, kekal, dan abadi.
Adapun
penyakit tubuh tidaklah mendatangkan mudarat atas seseorang kecuali di
dunianya yang fana yang segera sima, serta tubuhnya yang menjadi sasaran
penyakit akan hancur luluh dalam waktu yang cepat. Apalagi penyakit
tubuh itu sebenarnya amat berfaedah bagi seseorang dalam agama dan
akhiratnya. Sebab, Allah Swt. menyediakan pahala yang sangat besar bagi
si penderita sakit, di samping banyak faedah dan manfaat lainnya yang
segera ataupun pada waktu mendatang, sesuai dengan yang disebutkan dalam
berbagai ayat dan hadis tentang pahala yang disediakan pada penyakit
dan bencana yang menimpa tubuh.
Kemudian, karena penyakit hati
tidak terjangkau secara indriawi dan tidak menimbulkan rasa sakit,
sulitlah ia diketahui dan ditemukan. Perhatian padanya amat sedikit dan
daya upaya untuk mengobatinya pun lemah sekali, seperti yang disebutkan
oleh Imam Al-Ghazali.rhm, "Penyakit hati itu laksana penyakit sopak
(belang) di wajah seseorang yang tak memiliki cermin. Jika ia diberi
tahu orang lain pun, mungkin ia tak memercayainya. "
Selain itu,
berbagai azab dan hukuman yang diancamkan atas diri seseorang sebagai
akibat penyakit-penyakit hati, kelak di akhirat, adalah sesuatu yang
sulit diterima oleh kaum yang lalai. Atau, mereka melihatnya sebagai
sesuatu yang masih lama sekali datangnya. Adakalanya mereka bahkan
meragukannya. (Semoga Allah Swt. melindungi kita darinya.) Atau,
berangan-angan akan diselamatkan darinya dengan berbagai harapan yang
menipu, semata-mata karena terlalu "berani" kepada Allah. Sehingga,
timbul khayalan kosong dengan mengira pasti akan memperoleh ampunan dan
keselamatan meski tanpa berusaha untuk memperolehnya.
Disebabkan
hal-hal seperti itu, banyak penyakit hati yang terus tersembunyi,
bahkan makin kuat mencengkeram, sementara orang-orang yang lalai selalu
teledor untuk mengobatinya sehingga makin lama makin sulit diobati.
Bahkan, adakalanya seseorang dari mereka mengetahui bersemayamnya
sesuatu penyakit di hatinya, tetapi ia tak peduli dan tak
menghiraukannya.
Padahal, sekiranya ia mengetahui adanya suatu
penyakit di tubuhnya ataupun seorang lain memberi tahunya tentang hal
itu, pasti besar sekali perhatian yang ditujukan padanya. Ia akan
menjadi sangat takut, lalu bersungguh-sungguh berdaya upaya untuk
mengobatinya dengan mengerahkan apa Baja yang &pat dilakukannya.
Sebab, seperti yang telah kami sebutkan, penyakit hati itu tak
terjangkau secara indriawi dan tidak ada rasa sakit yang menyertainya
segera. Juga, hukuman-hukuman yang diancamkan terhadap itu tak tampak,
dan kalaupun ada, ia baru akan terwujud kelak setelah mati dan berada di
akhirat. Sedangkan, orang yang lalai menganggap maut dan segala yang
datang sesudahnya sebagai sesuatu yang amat jauh. Padahal, sekiranya
menggunakan akalnya dan keyakinannya, niscaya ia akan mengetahui bahwa
maut adalah suatu perkara gaib yang paling cepat datangnya, seperti
disabdakan oleh Rasulullah Saw. Dan, sebagaimana juga beliau pemah
bersabda, "Surga itu lebih dekat kepada seorang
di antara kalian daripada tali sandalnya." Demikian pula neraka.
Penyakit
hati sungguh banyak ragamnya. Yang paling berbahaya dan paling mudarat
ialah kebimbangan dalam agama. (Semoga Allah Swt. melindungi kita
darinya.) Selain itu, lemahnya keimanan kepada Allah, Rasul-Nya, serta
kediaman di akhirat. Juga, sifat riya' (ingin dipuji oleh manusia) dalam
perbuatan kebajikan. Angkuh terhadap hamba-hamba Allah, bakhil, iri
hati, dengki, curang, cinta akan dunia dan sangat ingin mempertahankan
nya, panjang angan-angan (yang menyebabkan selalu menunda tobat), lupa
akan maut, lalai akan akhirat, mengabaikan persiapan untuknya, serta
berbagai macam penyakit hati lainnya.
Mengingat bahwa hati
manusia tertutup dari perasaan indriawi, sedangkan penyakit-penyakit
hati tidak disertai rasa sakit yang dapat dijangkau dengan alat-alat
lahiriah, wajiblah atas manusia berakal, yang prihatin akan agamanya
serta keselamatan akhiratnya, untuk sungguh-sungguh berusaha
menyelidikinya sehingga ia dapat segera menangani dan mengobatinya
sebelum maut datang mendadak dan ia pun menuju Tuhannya, laluberhadapan
dengan-Nya dengan hati yang tidak sehat—yang karena itu ia akan merugi,
binasa bersama dengan orang-orang yang binasa lainnya.
0 Response to "Hikam Al Hadad: Tanda Penyakit Hati dan Cara Mengobatinya"
Post a Comment