Kisah santri:Santri Jadzab&Sajadah cantik

 Burhan adalah seorang lelaki jebolan pesantren ternama di pulau jawa, dari usia 10 tahun sampai sekarang 30 tahun burhan sudah menetap dan belajar dipesantren yang diasuh oleh kyai sepuh yang sangat ‘alim,genap 20 tahun burhan mengecappendidikan ‘ala pesantren, kini usianya sudah kepala tiga, selepas dari pesantren burhan masih malang-melintang kesana-kemari,kadang dia sowan ke beberapa kyai,kadang dia menetap dimakam para wali untuk beberapa hari, sehingga dia dijiluki“SARKOM” (sarjana makom) atau “SARKUB”(sarjana kuburan).
Dalam lingkungan keluarga burhan dicap “orang aneh” malah ada yang menyebutnya sedang“jadzab”,diantara keanehan dimata keluarga dan teman dekatnya, burhan tidak pernah mau shalat jama’ah termasuk shalat jum’at,alasannya,imamnya hatinya tidak bersih,kehidupannya masih berkelimang dunia,dalam hati dan otakknya masih dikuasai sifat ingin mengejar dunia. baginya dunia adalah ciptaan Allah yang sangat hina-dina,maka tidak patut diburu apalagi dimiliki. Pernah suatu ketika dia dibantah oleh bapaknya sendiri,
“kan tidak salah memanfaatkan dunia to lee?karena tanpa dunia darimana kita bisa makan,minum,membiayai anak-anak sekolah,mondok dll”.
“itu hanya alasan,kedok untuk memperkokoh keinginan untuk meraih dunia.” bantah burhan lebih mantap
keluarga burhan sungguh bingung, sudah puluhan teman dan kyai yang diminta menyadarkan anaknya ini,namun belum membuahkan hasil,tapi mereka tidak pernah putus harapan untuk menyembuhkan anaknya yang dikira “gila” ini.
Suatu hari burhan diminta mengantar bapaknya sowan pada seorang kyai yang terkenal zuhud,sesampainya disana,ditengah-tengah perbincangan waktu ashar sudah masuk,pak kyai pun mengajak tamunya shalat berjama’ah di masjid, seperti biasanya burhan tidak mau shalat berjama’ah, pak kyai membiarkannya saja. Setelah semua tamu kembali ke rumah pak kyai sehabis shalat berjama’ah, pak kyai bertanya kepada burhan,
“kamu sudah shalat asahar nak burhan?”
“belum yai”
“yo wis sana shalat saja di rumah,mari aku tunjukkan mushollanya” pak kyai mempersilahkan burhan berjalan dibelakangnya
Saat burhan sedang mengambil air wudhu,pak kyai meninggalkannya setelah menaruh sesuatu diatas sajadah dimusholla,
“nak burhan,sajadahnya sudah saya siapkan,saya akan ke ruang tamu dulu ya?”
“inggih yai” burhan menjawab sambil berjalan menuju musholla
Ketika burhan mau takbiratul ihram,tiba-tiba matanya tertuju pada sajadah,dia terkesima melihat sebuah gambar wanita wanita cantik yang terpampang disebuah kalender,kemolekannya telah menggerakkan hati burhan, dalam hatinya ia berujar,
“cantiknya wanita ini,kalau begini sebaiknya saya mengambil dunia bagianku ah, sayangkan? kalau boleh kenapa tidak dimanfaatkan?” begitu bisik hati burhan pada dirinya sendiri
Sejak itulah burhan mulai menapaki kehidupan baru,cara pandangnya terhadap dunia berubah drastis,“dunia seisinya memang hina,tapi diperbolehkan mengambilnya sekedar hajat” kata burhan suatu ketika.
Note :
kadang sebuah nasihat masuk kerelung hati manusia melalui cara-cara yang tidak wajar,semua atas kehendak-Nya,maka janganlah berputus asa dari rahmat-Nya. Kita tidak pernah tau darimana hidayah-Nya akan menyambangi hati kita,kalau hidayah-Nya sudah datang,perubahan pun tidak membutuhkan menit,cukup hanya dalam hitungan detik saja. teruslah cari sebab-sebab hidayah-Nya seperti bapaknya burhan yang tiada henti mencari asbab untuk menyadarkan anaknya.(zid)

0 Response to "Kisah santri:Santri Jadzab&Sajadah cantik"

Post a Comment