Rendah Hati
Rendah hati (tawadhu) adalah suatu kenikmatan yang tidak dimengerti oleh orang yang dengki.
Sombong terhadap orang-orang yang sombong adalah tawadhu itu sendiri.
Rendah hati termasuk salah satu cara mendapatkan kemuliaan.
Rendah hati membawa kepada keselamatan.
Tidak ada nasab (yang lebih mulia) seperti rendah hati.
Buah dari rendah hati adalah (mendapatkan) kecintaan.
Kerendahhatian seseorang di saat dia memiliki kedudukan menjadi perlindungan baginya ketika dia mengalami kejatuhan.
Temuilah orang-orang ketika mereka butuh kepadamu dengan keceriaan
dan kerendahhatian. Maka, jika engkau terkena suatu musibah dan keadaan
buruk menimpamu, lalu engkau bertemu dengan mereka, maka engkau telah
aman dan terlepas dari bahaya kehinaan karena kerendahhatianmu itu.
Orang-orang golongan atas, jika mereka terdidik, mereka rendah hati; dan jika mereka menjadi miskin, mereka menyerang.
Imam ‘Ali a.s. berkata kepada seseorang yang memuji-mujinya secara
berlebihan, sementara kesetiaannya kepada beliau diragukan, “Aku tidak
seperti yang kaukatakan, dan ‘di atas’ apa yang engkau sembunyikan di
dalam hatimu.”
Orang yang rendah hati seperti jurang yang di dalamnya berhimpun air
hujan dan air hujan lainnya, sedangkan orang yang sombong seperti bukit
yang tidak menetap di dalamnya air hujannya dan air hujan yang lainnya.
Jika engkau telah melakukan segala sesuatu, maka jadilah seperti orang yang tidak melakukan apa pun.
0 Response to "Rendah Hati "
Post a Comment