Showing posts with label HIKMAH. Show all posts
Showing posts with label HIKMAH. Show all posts

Kehidupan Adalah Panggung Sandiwara


Assalamu'alaiku m Warohmatullohi Wabarokatuh

Sahabatku
 Kehidupan adalah panggung sandiwara,
 dan sandiwara itu sepenuhnya
 menceritakan tentang kehidupan umat
 manusia. Maka sepanjang jalan kehidupan kita,
 jangan pernah melakukan perbuatan
 jahat, atau melakoni peran yang
 konyol! "Kesuksesan hidup tidak ada
 hubungannya dengan apa yang Anda
 dapatkan atau raih demi diri sendiri.
 Kesuksesan hidup berhubungan dengan
 apa yang Anda lakukan pada sesama
 (untuk orang lain)" - sahabatku, temanku yang bersih hatinya... Dalam hidup, orang tak akan peduli
 berapa banyak yang kita tahu, hingga
 mereka tahu berapa banyak kita peduli
 kepada mereka. Oleh sebab itu kita sering mendengar
 bahwa manusia terindah adalah manusia
 yang bermanfaat untuk saudaranya, dan
 orang lain. Seorang ulama mengatakan:
 "Janganlah engkau menunggu kaya
 untuk bersedekah, tapi bersedekahlah
 sekarang juga, maka engkau akan
 semakin kaya. Sumbangkanlah setiap
 kebaikan, berikanlah setiap kasih sayang, tunjukkanlah keakraban,
 bantulah mereka yang memerlukan" sahabatku, mari kita belajar memberi
 manfaat untuk orang lain... sebelum
 diminta!

 Wassalamu'alaik um warohmatullohi wabarokatuh

 Mohon dibagikan
 sahabatku,janga n biarkan pahala berhenti dikita saja..
 RASULULLAH bersabda, "Barang siapa
 yang mengajak kepada petunjuk ALLAH, maka
 baginya ada pahala yang sama dengan pahala
 orang yang
 mengikutinya dan tidak dikurangi sedikitpun
 juga dari pahala-pahala mereka".HR Muslim

1coretanku.blogspot.com

Peristiwa wanita ke neraka pada malam Mikraj

 Peristiwa wanita ke neraka pada malam Mikraj
Sahabatku
simaklah hadits tentang Peristiwa wanita ke neraka pada malam Mikraj
Sayidina Ali Karamallahuwajhah berkata:
“Saya dengan Fatimah pergi menghadap Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam. Kami dapati beliau sedang menangis, lalu kami bertanya kepadanya, apakah yang menyebabkan ayahanda menangis, ya Rasulullah?”
Baginda Sallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab:
“Pada malam aku diisrak hingga ke

langit, di sana aku melihat perempuan dalam keadaan amat dahsyat. Dengan sebab itu aku menangis mengenangkan azab yang diterima mereka.”
Saidina Ali Karamallahuwajhah bertanya
“Apakah yang ayahanda lihat di sana?”
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab:
“Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otak kepalanya menggelegak. Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dicurah ke dalam halkumnya (tekak).
“Aku lihat perempuan yang digantung kedua-dua kakinya terikat, tangannya diikat ke ubun-ubunnya, didatangkan ular dan kala. Aku lihat perempuan yang memakan dagingnya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Aku lihat perempuan mukanya hitam dan memakan tali perutnya sendiri. “Aku lihat perempuan yang telinga pekak dan matanya buta, diisikan ke dalam peti yang diperbuat daripada api neraka, otaknya keluar daripada lubang hidung, badan bau busuk kerana penyakit kusta dan sopak.
“Aku lihat perempuan yang kepalanya seperti babi, badannya seperti himar dengan pelbagai kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, kala dan ular masuk ke kemaluannya, mulut dan pelepasnya (punggung). Malaikat memukulnya dengan corong api neraka.”
Fatimah pun bertanya kepada ayahandanya:
“Ayahanda yang dikasihi, beritakanlah kepada anakanda, apakah kesalahan yang dilakukan oleh perempuan itu?”
Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab:
“Fatimah, adapun perempuan tergantung rambutnya itu adalah perempuan yang tidak menutup rambut daripada bukan muhrimnya. Perempuan tergantung lidahnya ialah perempuan yang menggunakan lidahnya untuk memaki dan menyakiti hati suaminya.
“Perempuan yang digantung susunya adalah perempuan yang menyusukan anak orang lain tanpa izin suaminya. Perempuan kedua-dua kakinya tergantung itu ialah perempuan yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya.
“Perempuan tidak mahu mandi daripada suci haid dan nifas ialah perempuan yang memakan badannya sendiri, juga kerana ia berhias untuk lelaki bukan suaminya dan suka mengumpat orang.
“Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka kerana ia memperkenalkan dirinya kepada orang asing, bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat lelaki lain.
“Perempuan diikat kedua kakinya dan tangannya ke atas ubun-ubunnya, disuakan ular dan kala kepadanya kerana ia boleh sembahyang tetapi tidak mengerjakannya dan tidak mandi janabah.
“Perempuan kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah ahli pengumpat dan pendusta. Perempuan rupanya seperti anjing ialah perempuan yang suka membuat fitnah dan membenci suaminya.
Astaghfirulloh,bukan cuma perempuan saja yang masuk neraka sahabatku
‘Ashabun Nar’ (ahli neraka), al-Kafirun, al-Fasiqun, al-Munafiqun, az-Zolimun dan juga istilah yang disebut oleh baginda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam seperti golongan ‘dayus’, peminum arak dan anak-anak derhaka.
Siapa Golongan Dayus..?Golongan dayus ini sama ada seorang ayah yang membiarkan anak-anak gadis mereka keluar rumah tanpa mengenakan pakaian yang menutup aurat dengan sempurna begitu juga seorang suami yang membiarkan isterinya mendedahkan aurat seperti tidak memakai tudung kepala hingga di bawah perhiasan mereka.
Termasuklah membiarkan pembantu rumah di kalangan wanita asing yang dibiarkan tidak menutup aurat, maka suami tadi tidak berhak masuk syurga kerana membiarkan isteri dan pembantu rumahnya tidak menutup aurat

Kisah santri:Santri Jadzab&Sajadah cantik

Kisah santri:Santri Jadzab&Sajadah cantik

 Burhan adalah seorang lelaki jebolan pesantren ternama di pulau jawa, dari usia 10 tahun sampai sekarang 30 tahun burhan sudah menetap dan belajar dipesantren yang diasuh oleh kyai sepuh yang sangat ‘alim,genap 20 tahun burhan mengecappendidikan ‘ala pesantren, kini usianya sudah kepala tiga, selepas dari pesantren burhan masih malang-melintang kesana-kemari,kadang dia sowan ke beberapa kyai,kadang dia menetap dimakam para wali untuk beberapa hari, sehingga dia dijiluki“SARKOM” (sarjana makom) atau “SARKUB”(sarjana kuburan).
Dalam lingkungan keluarga burhan dicap “orang aneh” malah ada yang menyebutnya sedang“jadzab”,diantara keanehan dimata keluarga dan teman dekatnya, burhan tidak pernah mau shalat jama’ah termasuk shalat jum’at,alasannya,imamnya hatinya tidak bersih,kehidupannya masih berkelimang dunia,dalam hati dan otakknya masih dikuasai sifat ingin mengejar dunia. baginya dunia adalah ciptaan Allah yang sangat hina-dina,maka tidak patut diburu apalagi dimiliki. Pernah suatu ketika dia dibantah oleh bapaknya sendiri,
“kan tidak salah memanfaatkan dunia to lee?karena tanpa dunia darimana kita bisa makan,minum,membiayai anak-anak sekolah,mondok dll”.
“itu hanya alasan,kedok untuk memperkokoh keinginan untuk meraih dunia.” bantah burhan lebih mantap
keluarga burhan sungguh bingung, sudah puluhan teman dan kyai yang diminta menyadarkan anaknya ini,namun belum membuahkan hasil,tapi mereka tidak pernah putus harapan untuk menyembuhkan anaknya yang dikira “gila” ini.
Suatu hari burhan diminta mengantar bapaknya sowan pada seorang kyai yang terkenal zuhud,sesampainya disana,ditengah-tengah perbincangan waktu ashar sudah masuk,pak kyai pun mengajak tamunya shalat berjama’ah di masjid, seperti biasanya burhan tidak mau shalat berjama’ah, pak kyai membiarkannya saja. Setelah semua tamu kembali ke rumah pak kyai sehabis shalat berjama’ah, pak kyai bertanya kepada burhan,
“kamu sudah shalat asahar nak burhan?”
“belum yai”
“yo wis sana shalat saja di rumah,mari aku tunjukkan mushollanya” pak kyai mempersilahkan burhan berjalan dibelakangnya
Saat burhan sedang mengambil air wudhu,pak kyai meninggalkannya setelah menaruh sesuatu diatas sajadah dimusholla,
“nak burhan,sajadahnya sudah saya siapkan,saya akan ke ruang tamu dulu ya?”
“inggih yai” burhan menjawab sambil berjalan menuju musholla
Ketika burhan mau takbiratul ihram,tiba-tiba matanya tertuju pada sajadah,dia terkesima melihat sebuah gambar wanita wanita cantik yang terpampang disebuah kalender,kemolekannya telah menggerakkan hati burhan, dalam hatinya ia berujar,
“cantiknya wanita ini,kalau begini sebaiknya saya mengambil dunia bagianku ah, sayangkan? kalau boleh kenapa tidak dimanfaatkan?” begitu bisik hati burhan pada dirinya sendiri
Sejak itulah burhan mulai menapaki kehidupan baru,cara pandangnya terhadap dunia berubah drastis,“dunia seisinya memang hina,tapi diperbolehkan mengambilnya sekedar hajat” kata burhan suatu ketika.
Note :
kadang sebuah nasihat masuk kerelung hati manusia melalui cara-cara yang tidak wajar,semua atas kehendak-Nya,maka janganlah berputus asa dari rahmat-Nya. Kita tidak pernah tau darimana hidayah-Nya akan menyambangi hati kita,kalau hidayah-Nya sudah datang,perubahan pun tidak membutuhkan menit,cukup hanya dalam hitungan detik saja. teruslah cari sebab-sebab hidayah-Nya seperti bapaknya burhan yang tiada henti mencari asbab untuk menyadarkan anaknya.(zid)

Rasulullah Saw Pingsan Mendengar Keterangan Jibril tentang Pintu Neraka Ke-7

Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya, maka ditanya oleh nabi s.a.w.: “Mengapa aku melihat kau berubah muka?”
Jawabnya: “Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu benar, dan siksa Allah itu benar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa aman dari padanya.”

Lalu nabi s.a.w. bersabda: “Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam.” Jawabnya: “Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar penduduk dunia semuanya kerana panasnya.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur’an itu diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke tujuh.
Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi, dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang tertentu dari orang laki-laki dan perempuan.”
Nabi s.a.w. bertanya: “Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah kami?” Jawabnya: “Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah dari lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu lebih panas dari yang lain 70 kali ganda.” (nota kefahaman: yaitu yg lebih bawah lebih panas)
Tanya Rasulullah s.a.w.: “Siapakah penduduk masing-masing pintu?” Jawab Jibril:
“Pintu yg terbawah untuk orang-orang munafik, dan orang-orang yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir’aun, namanya Al-Hawiyah.
Pintu kedua tempat orang-orang musyrikin bernama Jahim,
Pintu ketiga tempat orang shobi’in bernama Saqar.
Pintu ke empat tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi bernama Ladha,
Pintu kelima orang yahudi bernama Huthomah.
Pintu ke enam tempat orang nashara bernama Sa’eir.”
Kemudian Jibril diam, segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya: “Mengapa tidak kau terangkan penduduk pintu ke tujuh?” Jawabnya: “Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai mati belum sempat bertaubat.”
Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga Jibril meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: “Ya Jibril, sungguh besar kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang akan masuk ke dalam neraka?” Jawabnya: “Ya, yaitu orang yg berdosa besar dari ummatmu.”
Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga menangis, kemudian nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu menangis dan minta kepada Allah.

Bersandarlah Pada Allah

Bersandarlah Pada Allah
Sahabatku, kalau kita bersandar pada tiang, lalu tiangnya ambruk, maka kitapun ikut ambruk, itulah gambaran bersandar pada selain ALLAH, pada orang tua, harta, jabatan, partai, figur, popularitas dsb, karena itu bersandarlah hanya pada yg tidak bersandar pada siapa & apapun, yg tidak pernah mati, tidak pernah tidur, Penguasa langit bumi, di tanganNy
a segala galanya, Dialah "Allahush shomad". Rasulullah bersabda, "Siapa yg bersandar kpd ALLAH, lalu membaca la hawla wa la quwwata illa billah dg penuh keyaqinan maka ALLAH pasti menolongnya", SubhanAllah, "Ya ALLAH, jadikan kami hamba-hambaMU yangg hanya bersandar padaMU dalam semua urusan kami ya Allah...aamiin".

INGAT ALLAH SLALU MENATAP KITA

sahabatku hikmah kali ini
INGAT ALLAH selalu menatap kita, INGAT Malaikat yg sll mencatat perkataan & perbuatan kita, INGAT dunia ini fana, INGAT kematian semakin dekat, INGAT suasana malam pertama di alam kubur, malam pertama berpisah dengan dunia & keluarga tercinta, INGAT pertanyaan Malaikat Mungkar Nakir, INGAT Qiamat, Hari Kebangkitan, INGAT semua
manusia jin dikumpulkan di Padang Mahsyar, INGAT masing-masing bertanggungjawab atas perbuatannya, orang tua tdk bisa menolong anak dmkn sebaliknya, INGAT saat diperlihatkan Raport Amal Perbuatan Dunia, INGAT saat melewati Shiroth, INGAT semua aib diperlihatkan, INGAT semua kezholiman dibalas, INGAT dahsyatnya Neraka...INGATAN inilah yg membuat kita senang sholat malam, semangat beramal sholeh, mencintai faqir miskin, akhlak muliapun terjaga, sibuk asyik dalam perbaikan & kebaikan. "Semoga Allah selalu menjaga kita untuk selalu ingat kpdNYA dimana, kapan & bagaimanapun sehingga hadir kemuliaan & kebarkahan aktivitas dalam hidup ini...aamiin". 

IMAN YANG KUAT MELEMAHKAN SETAN

IMAN YANG KUAT MELEMAHKAN SETAN
Assalamu'alaikum Warohmatulloh Wabarokatuh

IMAN YG KUAT MELEMAHKAN SETAN, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kpd Umar bin Khatab : "Demi dzat yang jiwaku ada ditanganNya, tidak ada setan yangg menemui kamu di suatu jalan kecuali setan itu mencari jalan selain jalan yang kamu lalui" (HR. Bukhari & Muslim) Abu Hurairah berkata : Setannya (qorin) orang mukmin bertemu dengan setannya or
ang kafir, Setannya orang kafir : Gemuk, gendut, gempal (3G). Dan setannya orang mukmin : Kurus, kusut, kotor (3K). Setannya orang kafir bertanya ke setannya orang mukmin : Kenapa kamu Kurus ? ia menjawab : Aku bersama orang yang ketika makan baca bismillah, maka aku tetap lapar, jika ia minum baca bismillah, maka aku tetap haus, jika pakai pakaian ia baca bismillah, maka aku tetap telanjang, jika ia berminyak baca bismillah, maka aku tetap kusut. Lalu setannya orang kafir berkata : Akan tetapi aku bersama orang yang tidak melakukan itu semua, maka aku bisa menyertainya saat makan, minum dan berpakain. Mari baca BISMILLAH pada semua aktifitas kita, sahabatku, insyaallah SETAN JAAUH..Aamiin.

Siapakah Sahabat Sejati?

Siapakah Sahabat Sejati?

Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary.
“Tak ada sahabat sejatimu kecuali dia yang paling tahu aibmu, dan tidak ada (sahabat seperti itu) kecuali Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Sebaik-baik sahabatmu adalah yang  menuntutmu, tetapi sama sekali tuntutan itu tidak ada kepentingannya darimu untuk-nya.”

Tak ada yang lebih tahu aib kita secara detil dan rinci melainkan Allah swt, karena Dia-lah yang tak pernah meninggalkan anda ketika anda dalam kondisi hina dan tidak menolak anda ketika anda dalam kondisi sangat kurang, bahkan senantiasa mengasihi anda dalam situasi apa pun.
Pada saat begitu Dia memerintahkan anda dan melarang anda, namun anda maksiat pada-Nya, namun Dia tidak meninggalkan anda, bahkan dengan rasa belas kasih-Nya Dia memanggilmu untuk datang kepada-Nya di saat anda alpa.
Namun jika yang tahu aib anda secara detil itu adalah makhluk, maka para makhluk pun justru meninggalkan anda dan melempari anda atas perbuatan anda selama ini. Namun Allah Swt dengan segala cinta dan kasih sayang-Nya senantiasa malah menjaga anda. Namun yang menyadari itu sangat sedikit.
Allah Swt tidak pernah meminta imbal balik kita dibalik perlindungan, perintah, tuntutan dan larangan-Nya. Sedangkan pergaulan dan persahabatan dengan makhluk penuh dengan tuntutan dan kepentingan. Maka sahabat sejati sesungguhnya  yang menyadarkan kepentingan yang kembali pada diri kita, hal-hal yang berguna maupun hal-hal mana yang berbahaya.
Namun rasa yaqin yang rendah dan lemah membuat anda terhijab dari semua itu. Karena itu Ibnu Athaillah melanjutkan:
“Seandainya cahaya yaqin memancar, pasti anda melihat akhirat lebih dekat padamu dibanding anda menempuhnya. Dan sungguh anda memandang keindahan dunia tak lebih dari reruntuhan fana yang tampak padanya.”

Dunia hanyalah khayal dalam wujudnya, apabila anda benar-benar tercerahi oleh cahaya yaqin.
Ahmad bin Ashim al-Anthaky ra menegaskan, “Yaqin adalah nur yang dijadikan Allah swt dalam hati hamba-Nya, hingga ia melihat perkara akhiratnya dan cahaya itu membakar semua hijab antara Dia dan dirinya, sampai akhirat tampak begitu jelas dalam perspektifnya.”

Suatu hari Rasulullah Saw, bertanya kepada Haritsah ra,  “Apa kabarmu pagi ini wahai Haritsah?”
“Saya dalam kondisi beriman yang benar,” jawab Haritsah.
Rasulullah saw, bersabda, “Setiap kebenaran ada hakikatnya, lalu apa hakikat imanmu?”
“Seakan-akan saya berada di Arasy Tuhanku benar-benar ditegakkan dan saya melihat ahli syurga sedang menikmati nikmat-nikmat-Nya di syurga dan ahli neraka sedang saling minta pertolongan,” kata Haritsah.

Rasulullah saw, bersabda, “Kamu sedang mengenal maka teguhlah. Seorang hamba yang qalbunya dicerahi cahaya oleh Allah….” (Al-Hadits).
Rasulullah saw, pernah bersabda, “Bila  cahaya masuk dalam hati, maka hati akan lapang…”
Rasul saw, ditanya, “Wahai Rasulullah apakah ada tanda untuk mengenal itu?”
Beliau menjawab, “Merasa kosong di negeri tipudaya dan kembali pada negeri keabadian, serta mempersiapkan bekal mati sebelum waktunya tiba…”